Jumat, 03 Agustus 2012 - 16:34:23 WIB
Berjaga-jagalah!
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Khotbah - Dibaca: 570 kali

Nats   :  Matius 26:36-46
By.     :  HO

Pendahuluan

-Kurang lebih 30 persen dari hidup kita, kita gunakan untuk tidur, atau setidaknya mencoba untuk tidur. Saat ini terdapat lebih dari 300 klinik untuk mengatasi gangguan tidur di Amerika Serikat.
Coba bayangkan! Hampir sepertiga dari keseluruhan hidup kita digunakan untuk tidur! Lalu, seberapa besar persiapan kita secara rohani menjelang waktu tidur yang penting itu?

Isi
 
Bagian ini dibuka dengan menyuruh murid-muridnya duduk istirahat Yesus kemudian memilih beberapa orang utk menemani Dia, Ia katakan kepada mereka, Tinggallah dan Berjaga-jagalah (tidak istirahat).  Maksud Tuhan adalah menemani Dia (baru kali itu Tuhan minta ditemani)  Ada perasaan takut luar biasa. Ekthambeisthai berarti “sangat luar biasa,”Dr. Frederick Zugibe (Kepala Penguji Medis dari Rockland County, New York) kondisi ini luas diketahui, dan telah banyak kasus seperti ini. Istilah klinisnya adalah “hematohidrosis.” "Sekitar kelenjar keringat, ada banyak pembuluh darah berbentuk seperti jaring." Di bawah tekanan yang besar pembuluh-pembuluh tersebut menyusut. Kemudian saat kegelisahan berlalu "pembuluh darah mengembang sampai mencapai ambang pecah. Darah mengalir masuk ke kelenjar keringat." Sementara kelenjar keringat menghasilkan banyak keringat, darah terdorong ke permukaan kulit - keluar sebagai tetesan darah.
-Apakah murid-murid tahu? Ayat 38 menjelaskan kepada kita bahwa mereka tahu!! 

Yang salah adalah mereka terlena atau tertidur.  Perhatikan ayat 40: murid tidak memberi respon atas pertanyaan Yesus, dan dalam ayat 43, sekali lagi dengan jelas di katakan “mereka tertidur”.

Nah Saudara, ini jelas berbeda dengan maksud “berjaga-jagalah dan berdoa”

Kalimat itu terdengar sederhana dan biasa namun itu penting sekali, kenapa? 
2 dan 1 pasal dibelakang, Yesus sudah menceritakan mengenai hal “berjaga-jaga melalui perumpamaan gadis bodoh dan bijaksana

Perhatikan lagi, dalam ayat 40, Yesus katakan kepada Petrus : Berjaga-jagalah, eh dalam pasal yang sama Petrus jatuh dalam pencobaan dan gagal, ia tidak berjaga-jaga.

Implikasi: 
 
Apa yang dijaga?  Bukan jaga supaya aman dari perampok dan orang Romawi.  Tapi maksudnya adalah, jaga pikiran dan hati supaya mereka tetap kuat berpegang pada Firman Tuhan!!

Namun yang membuat mereka gagal berjaga adalah:
 
1. Suasana taman Eden yang adem.  
 
 Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m itu. Sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. Dia terus berjalan mundur dan di belakang adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.

                  Diberkati menjadi lupa, dipuji jadi lupa, disanjung jadi lupa.........


2. Kecapean, lelah, dan bosan, sumpek.......
 
Saya kira yang membuat Daud b’dosa adalah rasa lelah dan bosan.
Saul juga jatuh diawali dengan rasa lelah dan bosan, capek, sehingga dia minta pemain kecapi menghibur dia.
-Elia yang perkasa bisa jadi penakut karena rasa lelah, capek.

Banyak orang-orang yang melayani Tuhan sekian tahun mulai capek melayani Tuhan, lelah, sudah jenuh.  Sebentar lagi tidur.......

                          Boleh lelah??  Boleh saja, tetapi yang tidak boleh adalah tertidur rohaninya.........

Pemazmur  103 melukiskan kondisi rohani kita dengan ilustrasi burung rajawali (ayat 5). Rajawali bukannya tak bisa menjadi lelah. Bisa. Apalagi ia suka terbang tinggi. Namun, ia punya cara mengatasinya, yakni mendekatkan diri ke arah matahari. Bahkan di wilayah empat musim, ia punya kebiasaan unik pada musim semi, yakni naik di ketinggian terbuka sambil berjemur di bawah cahaya sang surya. Sementara ia menyerap energi matahari, lapis luar bulu-bulu badannya rontok; hingga terjadilah "peremajaan" pada dirinya. Setelah itu, ia kembali terbang dengan kekuatan dan penampilan baru. Begitulah keintiman kita dengan Tuhan. Tuhan menyediakan limpahan kasih setia dan rahmat. Serupa rajawali yang diterpa cahaya matahari dikuatkan, disegarkan kita pun dapat "diremajakan" dengan semangat dan kekuatan baru.

   
Ilustrasi: 

Pohon badam yang mampu terus tumbuh dan berbunga indah dalam keempat musim, termasuk di musim salju yang termasuk musim menyulitkan bagi sebagian besar pohon lainnya. Pohon Badam ini muncul ketika Yeremia mendapat sebuah visi atau penglihatan dari Tuhan. Ayatnya berbunyi demikian: "Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?" Jawabku: "Aku melihat sebatang dahan pohon badam." (Yeremia 1:11).
Pohon yang melambangkan kesiagaan dan keaktifan, dan mampu berbunga pada musim salju. Jika kita melihat dalam bahasa Ibrani, Badam diterjemahkan menjadi "yang berjaga" atau "yang bangun". Tentu asal nama ini pada mulanya diambil dari sifat pohon ini yang seolah-olah tetap berjaga dan mampu tetap subur di musim apapun.


Saya suka kata ini: ayat 40 dan 45 : Berjaga-jaga dengan Yesus sampai Yesus menyuruh kita menutup mata dan istirahat dalam damai.


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)